SIAK,(CYBER24.CO.ID) – Anggota DPRD Kabupaten Siak dari Fraksi Partai Demokrat, Sabar DH Sinaga, mendesak penutupan permanen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dibawah yayasan Tuah Karya, Kampung Telaga Sam-sam, Kecamatan Kandis. Pasalnya, pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur tersebut menyebabkan kasus keracunan massal yang menimpa siswa SMK Negeri 1 Kandis.
Sabar mengecam keras temuan penggunaan bahan makanan tidak layak konsumsi yang diduga menjadi penyebab ratusan siswa mengalami muntah dan diare. Menurutnya, kejadian ini bukan sekadar kelalaian, tetapi pelanggaran serius terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Ini bukan kesalahan kecil. Anak-anak kita justru sakit akibat program negara yang seharusnya melindungi mereka. Saya minta BGN tidak ragu, SPPG yayasan Tuah Karya ini harus ditutup permanen,” tegas Sabar anggota Dewan negeri istana, Senin (26/1/2026).
Ia menyebut, insiden tersebut telah menciderai tujuan utama Program MBG dan menunjukkan lemahnya profesionalisme pengelola dapur. Apalagi, informasi yang diterimanya menyebutkan bahwa tim BGN sebelumnya sudah memberikan peringatan agar bumbu makanan yang kondisinya tidak layak tidak digunakan.
“Ahli gizi sudah mengingatkan agar bumbu yang tidak baik diganti. Tapi tetap diolah. Ini bukan lagi lalai, ini sudah mengarah ke unsur kesengajaan. Demi apa? Demi kepentingan pribadi,” kecamnya.
Sabar menilai, pengelolaan SPPG Kampung Telaga Sam-sam di bawah Yayasan Tuah Karya telah gagal total menjalankan mandat negara. Karena itu, selain penutupan permanen, ia juga mendorong evaluasi menyeluruh dan penindakan tegas terhadap pihak pengelola dapur MBG tersebut.
“Kalau masih dibiarkan, ini bisa terulang. Keselamatan dan kesehatan anak-anak jauh lebih penting dari sekadar mempertahankan satu dapur MBG,” ujarnya.
Laporan: MASRONI



























