BeritaJawa TengahPeristiwa

Kasus Keracunan MBG di SMA 2 Kudus Meluas: 118 Siswa Dilarikan ke 7 Rumah Sakit

×

Kasus Keracunan MBG di SMA 2 Kudus Meluas: 118 Siswa Dilarikan ke 7 Rumah Sakit

Sebarkan artikel ini

KUDUS,(CYBER24.CO.ID) – Kasus dugaan keracunan makanan pasca-konsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, menunjukkan peningkatan signifikan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus mencatat, hingga Kamis (29/1), jumlah siswa yang harus menjalani perawatan medis melonjak menjadi 118 orang.

​Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Mustiko Wibowo, mengonfirmasi bahwa para korban kini tersebar di tujuh rumah sakit di wilayah Kudus untuk mendapatkan penanganan intensif.

​”Berdasarkan pendataan terbaru, total ada 118 siswa yang dirawat di tujuh rumah sakit berbeda,” ujar Mustiko dalam keterangannya di Kudus, Kamis (29/1).

Distribusi Pasien di Rumah Sakit:

​●RSUD Loekmono Hadi: 28 orang

​●RS Mardi Rahayu: 22 orang

​●RS Sarkies Aisyiyah: 19 orang

​●RSI Kudus: 14 orang

​●RS Kumala Siwi: 13 orang

​●RS Aisyiyah: 13 orang

​●RS Kartika: 9 orang

Kronologi Kejadian

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMAN 2 Kudus, Dwiyana, menjelaskan bahwa gejala mulai dirasakan sejak Rabu (28/1) malam. Menariknya, keluhan awal justru muncul dari kalangan guru sesaat setelah menyantap menu MBG yang dikirim oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari.

​”Makanan diterima sekolah sekitar pukul 11.15 WIB dan dibagikan pukul 11.45 WIB. Awalnya guru-guru yang mengeluh sakit perut dan diare, disusul kemudian oleh para siswa dengan gejala mual, pusing, dan lemas,” terang Dwiyana.

​Menu yang dikonsumsi diketahui berupa soto ayam suwir yang dilengkapi dengan tempe dan tauge. Dari total 1.178 siswa dan 98 tenaga pendidik, laporan sementara menunjukkan sekitar 600 siswa mengalami gejala serupa. Namun, sebagian besar memilih untuk melakukan rawat jalan secara mandiri di rumah.

Menghadapi situasi darurat tersebut, pihak sekolah langsung memanggil perwakilan SPPG Purwosari untuk meminta klarifikasi terkait standar higienitas menu yang disajikan.

Baca Juga:  Berikan Pengarahan bagi Jajaran Kanwil BPN Provinsi NTB, Wamen Ossy Titipkan Empat Pesan

​”Karena kondisi beberapa siswa terus menurun, kami segera berkoordinasi dengan Puskesmas dan Dinas Kesehatan. Evakuasi dilakukan menggunakan ambulans untuk merujuk siswa ke rumah sakit karena penanganan di sekolah sudah tidak memadai,” tambah Dwiyana.

​Hingga berita ini diturunkan, sampel makanan tengah dalam proses uji laboratorium oleh pihak terkait guna memastikan penyebab pasti terjadinya keracunan massal tersebut.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250