Pelalawan,(CYBER24.CO.ID) – Sebagai langkah konkret dalam mengantisipasi kendala transportasi pada jalur vital nasional, Bupati Pelalawan, H. Zukri, S.E., memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Teknis terkait rencana peninggian badan jalan di ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera, tepatnya di KM 73 hingga KM 82, Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras.
Rapat yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati Pelalawan pada Kamis (12/2/2026) ini menghadirkan perwakilan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau, kontraktor pelaksana, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Pelalawan.
Dalam arahannya, Bupati Zukri menegaskan bahwa proyek peninggian jalan ini merupakan prioritas mendesak mengingat urgensi Jalintim sebagai urat nadi logistik dan mobilitas masyarakat di Sumatera. Ia mendorong agar pengerjaan fisik dapat segera dimulai guna mengejar target fungsional sebelum puncak arus mudik.
”Pemerintah Kabupaten Pelalawan berharap pengerjaan peninggian dan perbaikan jalan ini bisa segera direalisasikan. Kita harus sadar bahwa menjelang libur Idulfitri, arus lalu lintas akan meningkat signifikan. Mengingat akan ada sistem buka-tutup jalan selama proyek berlangsung, maka persiapan teknis dan manajemen lalu lintas harus benar-benar matang,” tegas Bupati Zukri.
Menyadari potensi gangguan aktivitas masyarakat, Bupati Zukri memberikan instruksi khusus kepada pihak kontraktor dan BPJN Riau terkait metode kerja. Ia meminta agar pengerjaan pada dua titik yang direncanakan tidak dilakukan secara simultan atau bersamaan.
”Kami meminta pengerjaan dilakukan secara bertahap. Jangan dikerjakan di dua titik sekaligus karena akan memicu penumpukan kendaraan di dua lokasi berbeda. Apalagi kita akan segera memasuki bulan suci Ramadan; kita harus menjaga kenyamanan masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa agar tidak terjebak kemacetan panjang,” tambahnya.
Rakor ini diharapkan menghasilkan sinergi yang solid antara pemerintah daerah, pusat, dan pelaksana di lapangan. Bupati Zukri berharap peninggian jalan di kawasan yang selama ini rawan terdampak luapan air tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang bagi konektivitas di Pelalawan.
”Diskusi hari ini adalah bentuk ikhtiar kita untuk mencari langkah terbaik. Output yang kita harapkan adalah infrastruktur yang mumpuni, yang manfaatnya langsung dirasakan luas oleh masyarakat. Ini adalah bagian dari komitmen kita untuk terus melayani rakyat dengan lebih baik,” pungkasnya.
Pihak BPJN Riau menyambut baik arahan tersebut dan berkomitmen untuk mengoordinasikan manajemen lalu lintas bersama pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan guna meminimalisir dampak sosial selama masa konstruksi.(Red)



























