BeritaLingkunganSIAK

Masyarakat Resah, Belum Ada Tindakan Terhadap Pul Mobil Tronton Trailer Di Dalam Kota Perawang

×

Masyarakat Resah, Belum Ada Tindakan Terhadap Pul Mobil Tronton Trailer Di Dalam Kota Perawang

Sebarkan artikel ini
Foto: Lokasi Pul Mobil Tronton Trailer, jalan Pipa Caltex KM 5 , Kelurahan Perawang Siak.

SIAK,(CYBER24.CO.ID) – Sungguh terlalu, sudah sekian lama keberadaan pul mobil tronton trailer bikin masyarakat resah, namun dari pihak terkait belum ada tindakan nyata untuk menertibkannya. Jumat, (9/1/2026).

Pul mobil tersebut berada di Kelurahan Perawang, jalan pipa Caltex Km 5, Kecamatan Tualang, Siak, Riau.

Jalan tersebut ramai tempat lalu lalang masyarakat melintas setiap harinya.

Sudah jelas dan sesuai dengan regulasi daerah, setiap usaha yang melibatkan pemanfaatan ruang dan dampak lalu lintas wajib mengantongi Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) serta izin lingkungan dari dinas terkait.

Berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, setiap kendaraan wajib mematuhi rambu dan kelas jalan guna menjaga umur infrastruktur negara.

Dilihat secara real di lapangan oleh jurnalis Cyber24.Co.Id apa yang terjadi seolah olah pihak terkait melakukan pembiaran tanpa ada tindakan tegas yang berarti.

Dikonfirmasi Kadis Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Siak, Junaidi, mengatakan untuk melaksanakan tindakan penertiban terkait pul mobil tronton tersebut yang berada di dalam kota Perawang bukan ramah dari Dishub Siak, bicara Undang Undang nomor 22 tahun 2019. Itu ranah dari Kepolisian.

“Bicara Undang Undang nomor 22 tahun 2019, tindakan penertiban terkait pul mobil tronton ditengah kota Perawang itu berada diranah Kepolisian, kami hanya diranah parkir, timbangan dan terminal,” sebut Kadishub Siak, Junaidi atau yang akrab di sapa Anong.

Sebut saja Ardi, masyarakat setempat yang diwawancarai menyebutkan bahwa atas keberadaan pul mobil tronton trailer ini sangat sangat berbahaya pagi masyarakat yang melintas jalan pipa tersebut.

“Sangat bahaya lah, itu tronton trailer dengan bak yang panjang, tidak pantas keberadaan pul itu dalam kota, kadang ngeri lihatnya, bila mobil itu sudah keluar dari pul nya bergerak panjang, silap sedikit bisa tertabrak masayarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Satgas Kuasai Kembali Pos TNTN, Kodam XIX/TT Tegaskan Upaya Humanis Hindari Bentrokan dengan Warga

Saat ditanya siapa pemilik pul itu, Ardi mengatakan biasanya masyarakat lain memanggilnya Robet.

“Masyarakat sekitar memanggilnya Robet, apa itu pemiliknya saya tidak tahu,” Katanya.

Laporan : Masroni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250