Bulukumba,(CYBER24.CO.ID) – Bencana hidrometeorologi seolah tak pernah berujung bagi warga Kelurahan Dannuang, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba. Sudah lebih dari setahun, setidaknya 10 rumah warga terancam ambles akibat abrasi sungai yang kian parah. Kondisi ini membuat mereka hidup dalam kecemasan, menuntut perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah daerah.
Pada awal 2024, banjir besar telah menyebabkan kerusakan parah, mengikis pondasi rumah dan menenggelamkan fasilitas dasar seperti tangki septik. “Rumah kami retak, septiteng hanyut, tapi pemerintah diam saja,” ujar seorang warga, Sabtu (23/8) menggambarkan keputusasaan yang mendalam. Hingga saat ini, belum ada intervensi signifikan dari pemerintah untuk membangun tanggul permanen atau melakukan normalisasi sungai.
Di tengah ketiadaan bantuan, warga terpaksa bergotong royong membangun tanggul darurat dengan material seadanya. Namun, upaya ini dinilai tak cukup kuat menahan derasnya arus air, terutama saat musim hujan tiba. Kerusakan terus meluas, dan ancaman amblesnya rumah kian nyata.
Warga merasa ironis, karena pemerintah daerah seolah hanya hadir di saat-saat politik, namun menghilang ketika rakyat benar-benar membutuhkan bantuan. “Kalau dibiarkan begini, bukan cuma tanah yang habis, rumah kami juga bisa ikut ambruk. Pemerintah seperti menutup mata,” keluh warga lainnya dengan nada kecewa.
Masyarakat Kelurahan Dannuang mendesak pemerintah Kabupaten Bulukumba untuk segera mengambil tindakan tegas. Mereka meminta agar pembangunan tanggul permanen dan normalisasi sungai menjadi prioritas utama.
“Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin Kelurahan Dannuang hanya tinggal nama, tergerus oleh derasnya arus air,” tegasnya.
Mereka berharap pemerintah tidak menunggu hingga bencana besar terjadi dan jatuh korban. Ancaman terhadap keselamatan dan aset warga ini sudah cukup menjadi alasan kuat untuk segera mengambil langkah mitigasi yang efektif.
(Samsul Daeng Pasomba/Tim)