KUPANG,(CYBER24.CO.ID) – Keberhasilan tidak datang dalam semalam, ia adalah buah dari ketekunan yang diuji oleh waktu. Itulah potret nyata perjalanan Mario Kolo, pendiri PT Warkop Timor Fomeni Trans, perusahaan jasa transportasi yang kini menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat di Kefamenanu, Timor Tengah Utara (TTU), NTT.
Memulai langkahnya pada tahun 2011, Mario merintis usaha ini benar-benar dari titik nol. Dengan hanya mengandalkan satu atau dua armada yang operasionalnya masih terseok-seok, ia menghadapi pahit getirnya dunia transportasi—mulai dari kendala regulasi yang rumit hingga keterbatasan sumber daya. Namun, bagi Mario, hambatan bukanlah alasan untuk berhenti.
Kini, kerja keras itu berbuah manis. PT Warkop Timor Fomeni Trans telah bertransformasi menjadi salah satu raksasa travel dan rental mobil di daerah tersebut dengan kekuatan 154 armada. Jangkauan layanannya pun meluas, mulai dari rute Kefa – Kupang, Kefa – Atambua – Malaka, hingga menjangkau pelosok tanah Timor.
“Kuncinya adalah jangan gengsi. Kerja apa saja, asalkan kita tekun dan mencintai pekerjaan tersebut,” ujar Mario saat berbagi kisah suksesnya.
Bagi Mario, kesuksesan bukan sekadar angka jumlah armada. Kebanggaan terbesarnya adalah ketika usaha yang ia bangun mampu menyerap banyak tenaga kerja. Melalui manajemen yang humanis dan profesional, ia berhasil menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal, memberikan mereka kesempatan untuk tumbuh bersama perusahaannya.
Ke depan, Mario berharap adanya sinergi yang lebih produktif dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Ia memimpikan PT Warkop Timor Fomeni Trans tidak hanya berhenti di jasa travel, tetapi juga merambah ke lini usaha turunan lainnya yang mampu memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat NTT.
Di era globalisasi yang penuh persaingan, Mario menekankan pentingnya mentalitas “pencipta peluang”. Ia berpesan agar generasi muda tidak hanya menunggu lowongan kerja, tetapi berani menciptakan jalan mereka sendiri.
“Jangan takut untuk memulai, jangan takut untuk gagal. Di dalam kegagalan, ada pelajaran berharga dan pengalaman yang tak ternilai. Kita harus siap beradaptasi dan berani mengambil risiko,” tegasnya.
Menutup perbincangan, Mario mengajak pemuda di Kefamenanu dan sekitarnya untuk menjadi agen perubahan. “Jangan mundur dari persaingan hidup, jadilah bagian dari perubahan itu sendiri,” pungkasnya penuh semangat.
(Yohanes Tafaib)



























