ACEHBeritaPeristiwa

Polres Aceh Selatan Selidiki Dugaan Keracunan Massal Program Makan Bergizi Gratis

×

Polres Aceh Selatan Selidiki Dugaan Keracunan Massal Program Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini

Banda Aceh,(CYBER24.CO.ID)– Kepolisian Resor (Polres) Aceh Selatan tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan keracunan makanan yang menimpa belasan pelajar di Kecamatan Pasie Raja. Insiden ini terjadi usai para siswa mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (27/2) lalu.

​Kasi Humas Polres Aceh Selatan, Ipda Syarif, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sebanyak 18 pelajar, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA, sebelumnya harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

​”Kami memastikan proses hukum akan berjalan paralel dengan penanganan medis dan evaluasi teknis di lapangan. Tim kepolisian sudah melakukan olah TKP untuk mengumpulkan bukti-bukti awal,” ujar Ipda Syarif dalam keterangan resminya, Senin (2/3).

Polres Aceh Selatan juga menjadwalkan pemanggilan sejumlah pihak terkait untuk dimintai klarifikasi. Langkah ini diambil guna mengumpulkan keterangan komprehensif sebelum penyidik menarik kesimpulan hukum atas insiden tersebut.

​”Kami segera memanggil pihak pengelola untuk klarifikasi. Setiap perkembangan dari kasus ini akan kami informasikan secara transparan kepada publik,” tambahnya.

Diketahui, makanan tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gampong Ujung Padang Asahan yang dikelola oleh Yayasan Ruang Kito Basamo. Merespons kejadian ini, Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah setempat mengambil tindakan tegas.

​Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Aceh Selatan, Yona Violiska, menyatakan bahwa operasional dapur SPPG tersebut telah resmi dihentikan sementara. Keputusan ini diambil setelah tim teknis turun langsung melakukan audit pasca-kejadian.

​”Penghentian sementara operasional SPPG Ujung Padang Rasian dilakukan hingga keluar keputusan resmi melalui sistem informasi kesehatan dan gizi nasional, Tauwas Care,” tegas Yona.

​Hingga saat ini, pihak otoritas terkait masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan guna memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa.(Red)

Baca Juga:  Tinjau Layanan Sertipikat Keliling di Kabupaten Tangerang, Wamen Ossy: Wujud Peningkatan Pelayanan Publik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250