Labuhanbatu,(CYBER24.CO.ID) – Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, ST, secara resmi membuka kegiatan Manasik Haji tingkat kabupaten bagi calon jemaah haji tahun 1447 H/2026 M. Acara ini berlangsung khidmat di Aula Kantor Pusat Pelayanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kabupaten Labuhanbatu, Komplek Asrama Haji, Rantau Selatan, Minggu (15/2/2026).
Dalam sambutannya, Wabup Jamri menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh calon jemaah. Ia menekankan bahwa kesempatan berangkat ke Tanah Suci pada tahun 2026 ini merupakan buah manis dari kesabaran dan keikhlasan menanti selama bertahun-tahun.
”Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, saya mengucapkan selamat kepada seluruh calon jemaah. Semoga Bapak dan Ibu berangkat dalam kondisi fisik yang sehat dan kelak kembali ke tanah air dengan meraih predikat haji yang mabrur,” tutur H. Jamri.
Lebih lanjut, Wabup menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik biasa, melainkan sebuah transformasi spiritual yang besar. Oleh karena itu, ia menitipkan tiga pesan utama bagi para jemaah:
●Pemahaman Syariat: Menguasai tata cara ibadah secara benar melalui manasik.
●Kesehatan Fisik: Menjaga stamina agar mampu menjalani rangkaian ibadah yang berat.
●Kematangan Mental: Memupuk sikap sabar dan semangat kebersamaan di Tanah Suci.
”Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu berkomitmen penuh memberikan pelayanan terbaik, mulai dari persiapan di daerah hingga pemberangkatan menuju embarkasi. Kami juga memohon doa dari para jemaah di tempat-tempat mustajab nanti, agar daerah kita tercinta senantiasa diberkahi, disejahterakan, dan dijauhkan dari bencana,” tambahnya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Labuhanbatu, Dr. H. Mahdan Munthe, MA, melaporkan bahwa total calon jemaah haji asal Labuhanbatu tahun ini berjumlah 216 orang. Ia berharap seluruh rangkaian persiapan berjalan lancar hingga hari keberangkatan.
Menariknya, pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Labuhanbatu, Asbin Pasaribu, M.Ag, memberikan penjelasan terkait transisi regulasi. Jika pada tahun 2025 penyelenggaraan haji masih di bawah Kementerian Agama, maka mulai tahun 2026 ini, secara struktural penyelenggaraan haji kini ditangani oleh instansi baru, yakni Kementerian Haji dan Umrah.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Staf Ahli Bupati, perwakilan Dinas Sosial, Dinas Komunikasi dan Informatika, tokoh agama, serta para petugas haji yang akan mendampingi jemaah selama di Arab Saudi.
(RUSTINA)



























