BeritaSIAKTeknologiUncategorized

Kisah Inspiratif Rahmat Setiawan: Pemotong Rumput Asal Siak yang Menembus NASA dan Raih Pengakuan Global

×

Kisah Inspiratif Rahmat Setiawan: Pemotong Rumput Asal Siak yang Menembus NASA dan Raih Pengakuan Global

Sebarkan artikel ini
Bupati Siak Afni bersama Rahmat Setiawan.

SIAK,(CYBER24.CO.ID) — Keterbatasan latar belakang bukan halangan untuk menorehkan prestasi gemilang di kancah global. Hal ini dibuktikan oleh Rahmat Setiawan (27), seorang pemuda asal Perawang, Kabupaten Siak, Riau, yang berhasil masuk dalam jajaran NASA Hall of Fame setelah menemukan celah keamanan pada sistem milik lembaga antariksa Amerika Serikat tersebut.

​Prestasi membanggakan ini diraih Rahmat melalui partisipasinya dalam program pengujian keamanan resmi milik NASA, yaitu Vulnerability Disclosure Program. Setelah melalui proses verifikasi ketat oleh tim keamanan siber NASA, laporan kerentanan yang ia sampaikan dinyatakan valid, sehingga namanya resmi dicatat dalam daftar apresiasi keamanan siber NASA.

​Kisah Rahmat menjadi semakin luar biasa karena latar belakang profesinya sehari-hari. Di balik keahliannya di bidang teknologi, ia bekerja sebagai tenaga pemotong rumput dengan status outsourcing di salah satu perusahaan di Siak.

​Lulusan SMK YPPI Tualang Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) ini mulai menggeluti dunia teknologi secara otodidak sejak tahun 2021. Berbekal rasa ingin tahu yang tinggi dan ketekunan belajar secara mandiri, ia mampu menguasai bidang keamanan siber hingga menembus standar pengamanan lembaga kelas dunia.

​Pengakuan atas kemampuan Rahmat tidak hanya datang dari NASA. Jauh sebelumnya, keahlian pemuda asal Riau ini juga pernah mendapatkan apresiasi dari Google, salah satu raksasa teknologi dunia.

​Dalam pertemuannya dengan Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, Rahmat mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendapat berbagai tawaran pihak luar untuk menyalahgunakan keahliannya. Namun, ia menegaskan komitmennya untuk tetap berada di jalur yang benar dan tidak pernah meretas sistem pemerintahan daerah di Riau.

​Bupati Siak Dr. Afni Zulkifli mengapresiasi tinggi potensi besar yang dimiliki oleh warganya tersebut. Menurutnya, talenta seperti Rahmat memerlukan perhatian, ruang, dan pendampingan khusus agar potensinya dapat berkembang ke arah yang positif.

Baca Juga:  Pemerintah Prioritaskan Pengakuan dan Perlindungan Hak Tanah Ulayat di Indonesia

​”Anak muda luar biasa, cuma pemotong rumput, tapi bisa mendapat penghargaan dari NASA dan Google, raksasa teknologi dunia,” ujar Afni, Kamis (20/8/2026).

​Ia menambahkan, masih banyak talenta muda potensial di daerah yang mungkin belum mendapatkan panggung serupa. Pemerintah Kabupaten Siak berkomitmen untuk memberikan perhatian penuh, termasuk mengupayakan beasiswa bagi Rahmat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata 1 (S1).

​”Rahmat ini adalah aset bagi negara, khususnya Kabupaten Siak dan Riau. Kita perlu membimbing dan berupaya agar beliau bisa melanjutkan kuliah S1 melalui beasiswa dari Pemkab Siak,” tegasnya.

​Selain itu, Bupati Afni juga memastikan adanya pendampingan berkelanjutan agar keahlian otodidak yang dimiliki Rahmat dapat diarahkan untuk kemaslahatan bersama. “Ilmu yang didapat secara otodidak ini harus digunakan untuk kebaikan. Prestasi ini perlu kita hargai dan menjadi perhatian bersama,” tambahnya.

​Perjalanan hidup Rahmat Setiawan membuktikan bahwa talenta digital berkualitas tidak selalu lahir dari ruang-ruang pendidikan tinggi atau perusahaan teknologi besar. Dari sebuah pekerjaan sederhana di Siak, ia berhasil membuktikan bahwa ketekunan, ketulusan belajar, dan kerja keras mampu membawa seseorang menembus batas dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250