DaerahEkonomi

PT ORI Tanam Investasi Rp1,6 Triliun di KITB Siak, Bupati Afni: Akan Banyak Investasi Lagi

×

PT ORI Tanam Investasi Rp1,6 Triliun di KITB Siak, Bupati Afni: Akan Banyak Investasi Lagi

Sebarkan artikel ini

Tanjung Buton,(CYBER24.CO.ID) – PT Oriental Resources Indonesia (PT ORI), perusahaan swasta berstatus Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), secara resmi memulai realisasi investasi di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Nilai investasi tahap pertama PT ORI diproyeksikan mencapai Rp1,6 Triliun, yang mencakup rencana pengembangan awal senilai Rp800 miliar dan pembangunan lanjutan sebesar Rp800 miliar.

​Realisasi investasi ini ditandai dengan dimulainya pekerjaan fisik pembangunan fasilitas industri PT ORI di kawasan strategis KITB. Proyek hilirisasi ini merupakan bagian dari rencana besar pengembangan kegiatan industri manufaktur yang ditargetkan mulai beroperasi penuh dan direalisasikan pada tahun 2026.

​Pada tahap pertama pengembangan, PT ORI merencanakan pembangunan sejumlah fasilitas utama pengolahan. Fasilitas tersebut meliputi storage tank, refinery plant dengan kapasitas 1.100 TPD, pabrik biofuel berbasis Enzimatic berkapasitas 1.000 TPD, Pabrik Kelapa Sawit (PKS) berkapasitas 45 ton/jam, serta fasilitas Jetty atau Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).

​Guna mendukung kelancaran operasional industri, PT ORI juga membangun berbagai fasilitas pendukung di area kawasan, antara lain Water Treatment Plant (WTP), fasilitas biogas, Wastewater Treatment Plant (WWTP), workshop, gudang penyimpanan, serta prasarana logistik penunjang lainnya.

​Saat ini, sejumlah pekerjaan awal pembangunan di lokasi usaha PT ORI telah berjalan di lapangan. Pekerjaan tahap awal tersebut meliputi pematangan dan penimbunan lokasi usaha serta pemancangan spun pile sebagai pondasi infrastruktur. Tahapan persiapan ini menjadi landasan krusial sebelum dilanjutkan ke pembangunan fisik fasilitas utama secara bertahap.

​Peresmian investasi ini disambut positif oleh Pemerintah Kabupaten Siak sebagai langkah nyata memperkuat perekonomian daerah.

​”PT ORI adalah investasi berbasis industri kedua yang kita resmikan di KITB di masa pemerintahan kami. Sebelumnya ada industri galangan kapal. Menjadi kado HUT Siak ke-27 tahun, dan penanda bahwa BUMD KITB Siak sedang menjadi sentral ekonomi baru di Sumatera. Mohon kita jaga dan dukung bersama,” kata Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, M.Si, saat peresmian, Kamis (8/10/2026).

Baca Juga:  Kapolres Kaur Sambangi Kejari Bintuhan, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

​Bupati perempuan pertama di Negeri Istana tersebut menekankan pentingnya realisasi investasi secara fisik dan manfaat langsungnya terhadap komoditas unggulan daerah.

​”Saya tidak mau peresmian hanya gunting pita, tapi investasinya harus benar-benar ada dan nyata. PT ORI juga menjadi investasi pertama berbasis hilirisasi kelapa sawit, termasuk B50. Jadi nanti pengolahan CPO dan ekspor CPO, bisa selesai dari KITB Siak. Ini menjadi sejarah baru bagi Siak dan insyaAllah akan banyak lagi investasi yang masuk ke KITB setelah ini. Pelabuhan yang ambruk juga insyaAllah akan kita bangun kembali,” ungkap Afni.

​Pemkab Siak juga berkomitmen mengawal penyerapan tenaga kerja lokal dari operasional industri di KITB.

​”Tenaga kerja wajib hukumnya putra putri Siak. Kalaupun ada tim teknis dari luar, harus ada transfer knowledge, sehingga rakyat Siak tak lagi jadi penonton di negerinya sendiri,” tegas Afni.

​Langkah strategis pengembangan kawasan industri ini sekaligus membuktikan bahwa Siak di bawah kepemimpinan Afni-Syamsurizal tidak menyerah pada tekanan fiskal akibat berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, serta penurunan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dari tahun ke tahun.

​”Siak adalah Negeri bertuah. InsyaAllah dengan kolaborasi semua pihak dan kemudahan berinvestasi, akan banyak alternatif ekonomi baru yang kita siapkan bagi rakyat Siak hari ini dan di masa depan,” tambah Afni.

​Dari sudut pandang manajemen perusahaan, pemilihan KITB sebagai pusat operasional didasari atas potensi ekonomi dan aksesibilitas kawasan Tanjung Buton. General Manager PT Oriental Resources Indonesia, Sutiman, S.P., menjelaskan bahwa proyek ini adalah bentuk komitmen jangka panjang perusahaan.

​“Investasi ini merupakan komitmen PT Oriental Resources Indonesia untuk berkontribusi terhadap pengembangan hilirisasi industri di Provinsi Riau, khususnya melalui pembangunan fasilitas pengolahan dan pendukungnya di Kawasan Industri Tanjung Buton di Kabupaten Siak. Kami berharap proyek ini dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta perekonomian daerah,” ujar Sutiman.

Baca Juga:  Pemkab Pelalawan Ajukan UMK Tahun 2026 Rp. 3,89 Juta, Alami Kenaikan 0,60 Persen

​Selain alokasi investasi tahap awal sebesar Rp800 miliar, PT ORI telah menyiapkan skema ekspansi dengan dana tambahan sekitar Rp800 miliar. Dalam rencana pengembangan tahap lanjutan tersebut, PT ORI akan membangun fasilitas pengolahan produk turunan minyak sawit untuk sektor makanan, seperti margarine dan special fats. Ekspansi ini bertujuan memperluas rantai nilai produk (value chain) serta memperkuat daya saing industri olahan sawit nasional.

​Dengan total komitmen mencapai Rp1,6 Triliun, PT ORI menargetkan seluruh rangkaian kegiatan usaha dapat berjalan bertahap dan berkelanjutan dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja, kelestarian lingkungan, serta kepatuhan terhadap seluruh regulasi yang berlaku. Keberadaan PT ORI diharapkan mampu memperkuat ekosistem manufaktur di KITB sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga Kabupaten Siak dan sekitarnya.(Adv/Roni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250