BeritaBudayaPekanbaru

Dr. Elviriadi Soroti Pengelolaan Perpustakaan Soeman HS: Jadikan Lokomotif Budaya dan Kawah Candradimuka Intelektual

×

Dr. Elviriadi Soroti Pengelolaan Perpustakaan Soeman HS: Jadikan Lokomotif Budaya dan Kawah Candradimuka Intelektual

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU,(CYBER24.CO.ID) — Pengelolaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi Riau, khususnya Gedung Layanan Pustaka Soeman HS, mendapat perhatian khusus dari Tokoh Masyarakat (Tomas) Riau, Dr. Elviriadi, S.Pi., M.Si. Ia menilai perpustakaan megah tersebut memiliki potensi besar untuk menjadi pusat kebudayaan dan lokomotif intelektualitas, namun pengelolaannya tidak boleh berjalan sekadar rutinitas biasa (business as usual).

​Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Elviriadi saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp oleh awak media, Jumat pagi (7/8/2026).

​”Perpustakaan Soeman HS itu tidak bisa dikelola dengan cara-cara business as usual atau rutinitas formal semata. Harus menggunakan manajemen out of the box,” ujar akademisi asal Kabupaten Kepulauan Meranti tersebut.

​Ia mengingatkan kembali akar sejarah panjang perpustakaan di Riau yang berawal dari Perpustakaan Negara di Tanjung Pinang pada tahun 1959, sebelum akhirnya pindah ke Pekanbaru pada tahun 1967. Menurutnya, perjalanan panjang ini harus dihidupkan kembali sebagai poros kebudayaan daerah.

​”Sejarah panjang itu juga harus disambungkan dengan semangat Rusydiah Club, sebuah perkumpulan diskusi yang sangat kesohor pada abad ke-18 di Pulau Penyengat. Sejarah Riau adalah catatan tentang tradisi intelektual dan pemikiran yang cemerlang,” imbuh alumni Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) tersebut.

​Meski demikian, pengurus Majelis Nasional KAHMI ini mengapresiasi geliat positif yang mulai tampak di Perpustakaan Soeman HS belakangan ini.

​”Sejak ditangani oleh Pak Indra, S.E., yang latar belakangnya adalah seorang aktivis mahasiswa, mulai terasa ada perubahan. Namun, pola komunikasi dan daya rangkul publik masih perlu terus ditingkatkan,” tambahnya.

​Dr. Elviriadi mendorong agar Perpustakaan Soeman HS bertransformasi menjadi magnet sosial-budaya serta lokomotif tamadun Melayu. Ia menyarankan pihak pengelola untuk lebih proaktif merangkul berbagai elemen masyarakat, mulai dari sastrawan, penyair, hingga para penulis buku.

Baca Juga:  Wakil Bupati Labuhanbatu Pimpin Upacara Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama

​”Ajaklah kawan-kawan, para penyair, dan penulis buku untuk datang. Sediakan ruang untuk berbincang dan bertukar gagasan,” terangnya.

​Lebih lanjut, peneliti gambut yang dikenal aktif dalam gerakan penyelamatan hutan tropis ini menegaskan bahwa Perpustakaan Soeman HS harus menjadi cambuk kebangkitan intelektual di Riau.

​”Dari perbualan dan obrolan santai seperti itulah lahir ide-ide pembangunan, lahir keberanian, daya kritis, serta terciptanya berbagai terobosan. Saat ini ruang publik untuk berdiskusi sangat minim, bahkan kampus-kampus sering kali terkesan pragmatis. Maka, Perpustakaan Soeman HS inilah yang harus menjadi kawah candradimukanya,” pungkasnya.

Penulis: Dr. Elviriadi

Editor: Amri Koto 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250