Labuhanbatu,(CYBER24.CO.ID) – Anggota DPR RI Komisi I Fraksi Partai Gerindra Daerah Pemilihan Sumatera Utara II, Sabam Rajaguguk, turun langsung meninjau aktivitas Pasar Gelugur di Kelurahan Sirandorung, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Jumat (7/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Sabam Rajaguguk didampingi Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Labuhanbatu, H. Abdul Karim Hasibuan, SH., MH., bersama jajaran pengurus Partai Gerindra serta anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu dari Fraksi Gerindra.
Tidak hanya melihat kondisi pasar, Sabam memilih menyapa para pedagang satu per satu dan berdialog secara langsung untuk mendengar keluhan yang mereka rasakan di tengah kondisi ekonomi yang masih belum stabil.
Buk Mariam, pedagang bawang, mengungkapkan bahwa penjualan hingga kini masih belum menentu. Menurutnya, daya beli masyarakat mengalami penurunan sehingga pendapatan pedagang ikut terdampak.
Sementara itu, pedagang ayam Syarul Munte mengeluhkan harga ayam yang terus mengalami kenaikan. Kondisi tersebut membuat pedagang kesulitan menentukan harga jual karena khawatir pembeli semakin berkurang.
Mendengar langsung keluhan para pedagang, Sabam Rajaguguk menegaskan bahwa aspirasi masyarakat merupakan amanah yang harus diperjuangkan. Menurutnya, kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat bukan hanya untuk berkunjung, tetapi memastikan setiap persoalan yang dihadapi rakyat dapat menjadi perhatian pemerintah.
“Pasar tradisional adalah denyut nadi ekonomi rakyat. Karena itu, suara para pedagang harus didengar. Apa yang menjadi keluhan mereka akan kami bawa dan perjuangkan agar mendapat perhatian dari pemerintah sesuai kewenangan yang ada,” ujar Sabam Rajaguguk.
Ia juga berharap kondisi perekonomian masyarakat terus membaik, harga kebutuhan pokok lebih stabil, dan para pelaku usaha kecil dapat menjalankan usahanya dengan lebih tenang sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.
Kehadiran Sabam Rajaguguk disambut hangat para pedagang dan pengunjung pasar. Mereka berharap kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya para pedagang pasar tradisional yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.(Fit)



























