Lubuk Basung – CYBER24.CO.ID || Upaya penanganan dan pemulihan wilayah terdampak bencana galodo di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya melalui kegiatan Diseminasi Hasil Analisis Inventarisasi Data Tanah Kritis Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan di Nagari Salareh Aia.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyampaikan hasil inventarisasi dan analisis kondisi tanah sekaligus menghimpun informasi langsung dari berbagai pemangku kepentingan terkait kebutuhan pembenahan wilayah pascabencana. Hasil tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan dan perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Diseminasi turut dihadiri oleh perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perikanan, serta Wali Nagari Salareh Aia, Jumat (28/). Kehadiran lintas sektor tersebut menjadi bagian penting dalam menyatukan informasi dan kebutuhan di lapangan sesuai dengan tugas dan bidang masing-masing.
Bappeda menyampaikan sejumlah kebutuhan yang berkaitan dengan pembenahan dan pengembangan infrastruktur sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan wilayah terdampak. Sementara itu, Dinas PUPR memberikan perhatian terhadap pembenahan lahan, termasuk lahan sawah yang terdampak bencana, agar dapat kembali dimanfaatkan secara optimal.
Dari sektor perikanan, Dinas Perikanan turut memberikan masukan terkait kondisi dan kebutuhan wilayah yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya perikanan. Sementara itu, Wali Nagari Salareh Aia menyampaikan secara langsung berbagai kebutuhan masyarakat di lapangan, khususnya terkait pembenahan kawasan yang terdampak galodo serta kebutuhan pemulihan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan.
Pertukaran informasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan hasil inventarisasi tanah kritis tidak hanya menjadi data, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai bahan perencanaan dan dasar pengambilan kebijakan dalam penanganan wilayah terdampak.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, perangkat teknis, pemerintah nagari, dan pemangku kepentingan terkait, hasil analisis diharapkan mampu mendukung penyusunan langkah penanganan yang lebih terarah, sekaligus mendorong pengelolaan dan pemanfaatan tanah secara berkelanjutan di Kabupaten Agam.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi dan pemanfaatan data dalam mendukung pemulihan wilayah pascabencana, sehingga penanganan tidak hanya berorientasi pada pemulihan kondisi saat ini, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan dan kebutuhan masyarakat ke depan.



























