Tembilahan,(CYBER24.CO.ID) – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) setelah musibah kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, pada Rabu siang (8/4/2026). Amukan “Si Jago Merah” dilaporkan menghanguskan sedikitnya 50 unit rumah warga di Jalan Pahlawan, RT 02 RW 02.
Peristiwa nahas ini bermula sekira pukul 11.30 WIB. Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Inhil, AKP Budi Winarko, titik api pertama kali terdeteksi dari area sekitar kediaman seorang warga bernama H. Iskandar.
”Berdasarkan keterangan saksi, api muncul secara tiba-tiba dan merambat dengan sangat cepat. Kondisi permukiman yang rapat membuat api mudah berpindah dari satu bangunan ke bangunan lainnya,” ujar AKP Budi.
Seorang saksi mata, M. Ndong (40), menceritakan kepanikannya saat melihat kobaran api sudah menjilat dinding rumah warga ketika ia sedang berada di warung terdekat. Teriakan histeris saksi memicu kepanikan massa yang langsung berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Upaya evakuasi dan pemadaman sempat mengalami hambatan serius. Kombinasi cuaca panas yang ekstrem serta hembusan angin kencang di lokasi kejadian membuat api kian beringas dan sulit dikendalikan secara manual.
Setelah perjuangan melelahkan selama kurang lebih dua setengah jam, api akhirnya berhasil dijinakkan sekira pukul 14.00 WIB berkat kerja keras tim pemadam kebakaran Kecamatan Reteh yang dibantu bahu-membahu oleh elemen masyarakat setempat.
Data sementara dari kepolisian mencatat sekitar 47 nama pemilik rumah yang teridentifikasi sebagai korban terdampak, di antaranya keluarga Ali, Subli, H. Naya, Firman, Nur Maini, hingga Maspar.
”Jumlah ini masih bersifat sementara. Petugas di lapangan masih terus melakukan verifikasi dan pendataan mendalam untuk memastikan akurasi jumlah bangunan yang terdampak serta total kerugian materiil,” tambah AKP Budi.
Meskipun kerugian materiil diprediksi mencapai angka yang sangat besar akibat banyaknya harta benda yang tidak sempat diselamatkan, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam tragedi ini. Seluruh penghuni rumah berhasil mengevakuasi diri tepat waktu.
Hingga saat ini, Sat Reskrim Polres Inhil masih melakukan penyelidikan intensif (lidik) untuk mengungkap penyebab pasti kemunculan api. Garis polisi telah dipasang di lokasi kejadian, dan empat saksi kunci—Firman (38), M. Ndong (40), Muzakir (80), serta Ridho (17)—telah dimintai keterangan untuk keperluan investigasi lebih lanjut.(Red)



























