SIAK,(CYBER24.CO.ID) – Suasana di Kantor Kampung Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang, mendadak jadi sorotan. Sabarudin, yang baru saja menjabat sebagai Penghulu/Kades Pengganti Antar Waktu (PAW) sejak awal April 2026, kini tengah menghadapi gelombang kritik dari warganya sendiri.
Kebijakan pemecatan personel yang ia lakukan dinilai tidak transparan dan cenderung arogan.
Isu tersebut mencuat setelah beberapa staf pendukung di kantor desa diberhentikan secara mendadak. Hal yang memicu kekesalan warga adalah latar belakang sosial dari para pekerja yang diberhentikan tersebut.
Penjaga kantor diketahui merupakan seorang penyandang disabilitas, petugas kebersihan seorang ibu dengan status janda yang menggantungkan hidup dari pekerjaan tersebut.
”Mereka diberhentikan tanpa alasan yang jelas. Padahal kita tahu kondisi mereka seperti apa. Tidak ada musyawarah sebelumnya, dia menunjuk orang baru semaunya sendiri,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan,Selasa (14/4/2026).
Dampak dari gaya kepemimpinan itu kabarnya mulai mempengaruhi stabilitas birokrasi di tingkat kampung. Berdasarkan laporan warga, saat ini kondisi pemerintahan desa seolah “kehilangan arah” karena banyaknya perangkat desa yang memilih untuk mundur secara massal.
”Banyak (perangkat desa) yang mengundurkan diri karena merasa tidak nyaman dan merasa diintimidasi, merasa suasana kerja tidak lagi kondusif,” tambah sumber tersebut.
Sabaruddin, Kampung Penghulu Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, saat di ditayain langsung tentang apa yang di sampaikan masyarakatnya, tidak memberikan jawaban saat media Cyber.co.id mengkonfirmasi via telp dan Whatsapp.
Laporan: MASRONI




























