SIAK,(CYBER24.CO.ID) – Organisasi sayap adat Melayu, Tameng Adat, resmi memperluas kepengurusannya hingga ke tingkat kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Siak.
Langkah ekspansif ini ditandai dengan penyerahan Surat Mandat Pembentukan Tameng Adat Kecamatan se-Kabupaten Siak yang dipimpin langsung oleh Panglima Utama Tameng Adat pada Jumat, 12 Juni 2026.
Momentum ini dinilai sebagai babak baru dalam memperkuat benteng pelestarian budaya dan hukum adat di Negeri Istana.
Dalam orasi budayanya, Panglima Utama Tameng Adat menegaskan bahwa penyerahan mandat ini bukan sekadar prosesi administrasi organisasi yang biasa. Menurutnya, dokumen yang diserahkan kepada para perwakilan kecamatan tersebut membawa tanggung jawab moral yang besar untuk menjaga eksistensi dan kehormatan masyarakat adat di Riau.
”Mandat yang diserahkan hari ini bukanlah sekadar lembaran kertas, melainkan sebuah amanah yang berat namun mulia. Tameng Adat adalah benteng, perisai, dan pelindung bagi anak keturunan, tanah ulayat, serta marwah kebesaran adat Melayu Riau, khususnya di Kabupaten Siak yang kita cintai ini,” ujar Ali Sabana, Panglima Utama dalam pidatonya yang disambut gemuruh para pendekar.
Panglima Utama juga menitipkan tiga instruksi strategis kepada seluruh penerima mandat di tingkat kecamatan. Pertama, pengurus baru diminta segera melakukan konsolidasi organisasi hingga ke tingkat desa atau kampung. Kedua, ia menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum guna memastikan hukum adat dan hukum negara berjalan beriringan secara harmonis. Ketiga, seluruh anggota diminta menjaga etika dan perilaku di tengah masyarakat.
”Seorang pendekar Tameng Adat bukan sekadar kuat secara fisik, tetapi harus memiliki akhlak yang mulia. Gagah karena budi, berani karena benar. Segera rapatkan barisan, jangan mudah dipecah belah,” tegas sang Panglima Utama di hadapan ratusan pendekar yang hadir mengenakan pakaian adat lengkap dengan tanjak dan kain samping.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan pembacaan bait-bait pantun adat yang membakar semangat perjuangan para pengurus baru. Penyerahan mandat ini diharapkan dapat mempercepat pengukuhan struktur organisasi secara menyeluruh, sekaligus menegaskan posisi Tameng Adat sebagai mitra strategis dalam menjaga kedamaian dan mengawal pembangunan berbasis kearifan lokal di Kabupaten Siak.
LAPORAN: MASRONI



























