Pelalawan, CYBER24.CO.ID — Harapan baru untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Pelalawan kembali terbuka melalui Program Generasi Zakat Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pelalawan.
Sebanyak 31 mahasiswa menerima bantuan pendidikan melalui Program Generasi Zakat untuk tahun 2025 dan 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Tumbuh Bersama Zakat, Mengukir Masa Depan, Membangun Negeri” ini sekaligus menjadi momen pelepasan mahasiswa Pelalawan yang akan melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Pelalawan H. Zukri, S.M., M.M., didampingi Ketua Baznas Kabupaten Pelalawan Kyai H. Karmani, Asisten I Sekretariat Daerah Zulkifli, S.Ag., M.Si., Ketua MUI Kabupaten Pelalawan Iswadi M. Yazid, Lc., jajaran komisioner Baznas, serta sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan.
Acara berlangsung di Aula Utama Wahana Z-Park Skyland Pangkalan Kerinci, Jumat (25/9/2026), dan dihadiri puluhan mahasiswa penerima beasiswa beserta orang tua mereka.
Ketua Baznas Kabupaten Pelalawan, Kyai H. Karmani, menjelaskan bahwa bantuan ini disalurkan setelah melalui proses seleksi yang ketat. Program ini difokuskan bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Selamat kepada anak-anak yang menerima beasiswa. Mereka telah mengikuti proses seleksi yang dilaksanakan Baznas Kabupaten Pelalawan,” ujar Kyai H. Karmani.
Dari total 34 mahasiswa yang mendaftar, sebanyak 31 orang dinyatakan lolos setelah melewati tahapan seleksi administrasi, survei kediaman, dan wawancara di Kantor Baznas Kabupaten Pelalawan.
Dari 31 penerima tersebut, rinciannya terdiri dari:
●22 mahasiswa dari ITP2I
●9 mahasiswa dari PNP
●8 mahasiswa khusus yang menerima bantuan pendidikan untuk melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
Program ini menjadi bukti nyata pemanfaatan dana zakat dan infak dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Bupati Pelalawan, H. Zukri, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Baznas Kabupaten Pelalawan yang telah konsisten membantu mahasiswa kurang mampu.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pelalawan, saya mengucapkan terima kasih kepada Baznas Kabupaten Pelalawan yang telah membantu anak-anak kita yang kurang mampu melalui bantuan beasiswa,” kata Zukri.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan fokus utama Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam meletakkan fondasi pembangunan daerah jangka panjang.
“Kalau mau maju sebuah daerah, kuncinya adalah SDM. Tentunya semakin banyak anak-anak kita yang kuliah, SDM kita akan semakin bagus. Ini menjadi salah satu barometer atau ukuran kemajuan daerah,” tambahnya.
Selain mengandalkan dana zakat dari Baznas, Pemkab Pelalawan berencana mendorong keterlibatan perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Pelalawan untuk ikut berkontribusi dalam dunia pendidikan.
Mulai tahun depan, pemerintah daerah akan mengarahkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk membiayai pendidikan mahasiswa melalui program kemitraan. Skema yang disiapkan adalah satu perusahaan membantu dua hingga tiga mahasiswa.
Prioritas bantuan ini nantinya akan diberikan kepada:
1. Anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memiliki kesempatan belajar yang sama.
2. Mahasiswa yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik.
“Anak-anak yang orang tuanya kurang mampu harus memiliki kesempatan yang sama untuk bisa menempuh pendidikan. Selain itu, anak-anak yang memiliki prestasi juga menjadi perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan,” tegas Zukri.
“Ini akan menjadi prioritas kita ke depannya, bagaimana pendidikan ini betul-betul menjadi fokus peningkatan SDM Kabupaten Pelalawan,” lanjutnya.
Bupati juga berpesan agar Baznas terus menjaga transparansi dan profesionalisme dalam mengelola dana zakat dan infak masyarakat.
“Karena itu, saya meminta kepada Baznas untuk dapat menggunakan dana zakat dan infak ini dengan baik,” tutup Zukri.
Program Generasi Zakat ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat yang tepat sasaran tidak hanya berfungsi sebagai bantuan sosial jangka pendek, melainkan sebagai investasi strategis dalam mempersiapkan masa depan generasi muda Pelalawan.



























