SIAK,(CHANNEL24.CO.ID)– Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar semakin memperprihatinkan di wilayah Provinsi Riau.
Di Kabupaten Siak, antrean kendaraan bermotor, khususnya truk logistik angkutan sawit dan mobil pribadi jenis bio solar, terus mengular panjang hingga keluar area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kondisi ini memaksa para sopir untuk mengantre hingga berjam-jam, bahkan kerap kali harus gigit jari karena pasokan Solar habis sebelum mereka mencapai dispenser pengisian.
Kondisi kritis ini ternyata tidak hanya terjadi di Siak. Berdasarkan pantauan di lapangan, fenomena “krisis Solar” ini telah melumpuhkan kenyamanan berkendara di hampir seluruh wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Riau.
Kemacetan panjang di sekitar area SPBU menjadi pemandangan sehari-hari yang tak terhindarkan, memicu keluhan massal dari para pelaku usaha transportasi publik dan logistik yang waktu kerjanya habis tersita di jalanan hanya demi mendapatkan beberapa liter bahan bakar.
”Kapanlah ini semua berlalu? Setiap hari waktu kami habis hanya untuk antre Solar, sementara setoran dan kebutuhan keluarga di rumah tidak bisa menunggu,” keluh Rian, salah satu pengemudi yang ikut mengantre di jalur tersebut pada channel24, Kamis, (11/6/2026)
Sana halnya jeritan dan rasa frustrasi masyarakat pun kian memuncak akibat ketidakpastian yang terus berlarut-larut ini kembali dilontarkan warga.
“Kapanlah ini bisa berlalu? Setiap hari waktu kami habis hanya untuk antre Solar, pendapatan menurun drastis sementara kebutuhan keluarga tidak bisa menunggu,” ujar salah seorang sopir pribadi di Siak dengan nada pasrah.
Masyarakat Riau kini mendesak pemerintah daerah dan Pertamina untuk segera mengambil tindakan nyata serta mengevaluasi sistem distribusi, agar roda perekonomian warga tidak kian tercekik oleh kelangkaan yang tak kunjung usai.
LAPORAN: MASRONI



























