LABUHANBATU,(CYBER24.CO.ID) – Yayasan Kumle Jaya Bermartabat terus bergerak progresif mendampingi dan menggerakkan kelompok masyarakat di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. Langkah ini diambil untuk melibatkan warga secara langsung sebagai penyedia utama bahan baku program Makan Bergizi Gratis (MBG), demi menjaga stabilitas pasokan pangan lokal sekaligus menghidupkan roda ekonomi di tingkat akar rumput.
Inisiatif strategis ini berjalan selaras dengan instruksi pemerintah pusat yang menekankan pentingnya penyerapan potensi hulu dari petani dan peternak domestik. Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungannya, yayasan ini berkomitmen memaksimalkan pelayanan dengan standar mutu gizi seimbang yang berkiblat pada acuan Badan Gizi Nasional (BGN).
Ketua Yayasan Kumle Jaya Bermartabat, Raja Gompulon Rambe, menegaskan bahwa program pemberdayaan ini dirancang secara sistematis untuk memangkas ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah.
”Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan bahan baku untuk Makan Bergizi Gratis di Labuhanbatu ke depannya tidak lagi mendatangkan dari luar. Secara bertahap, semuanya harus dipasok oleh petani dan peternak lokal. Tujuannya jelas, agar siklus ekonomi berputar dan dampaknya langsung dirasakan oleh pelaku usaha di daerah kita sendiri,” ujar Raja kepada awak media di Labuhanbatu, Minggu (7/6/2026).
Dalam eksekusinya, yayasan melakukan pemetaan komoditas unggulan di sejumlah wilayah guna dijadikan mitra produksi. Di Kecamatan Bilah Barat, misalnya, fokus diarahkan pada pemberdayaan kelompok tani untuk budidaya tanaman timun. Sementara di Kecamatan Rantau Selatan, program menyasar pada pengembangan peternakan lele skala rumahan dan intensif guna memenuhi kebutuhan protein hewani anak-anak sekolah penerima manfaat.
”Selain itu, kami juga memberikan dukungan penuh bagi petani sayur dan buah yang menjadi mitra di Kecamatan Pangkatan. Sedangkan di Desa Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hilir, kami bersinergi untuk budidaya buah melon. Komitmen ini akan terus kita perluas ke kecamatan-kecamatan lain,” tambahnya.
Demi menjaga keberlanjutan produksi, Yayasan Kumle Jaya Bermartabat tidak sekadar menjadi pembeli, melainkan juga menyalurkan bantuan stimulan di sisi hulu berupa bibit tanaman unggul dan benih ikan lele berkualitas.
Lebih dari itu, yayasan juga memosisikan diri sebagai pembeli siaga (offtaker) yang siap menyerap seluruh hasil panen masyarakat dengan harga yang layak. Mekanisme pasar yang pasti ini menjamin hasil produksi warga langsung didistribusikan ke dapur-dapur produksi SPPG tanpa hambatan rantai pasok.
”Soal harga, kami pastikan mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Jadi, tidak ada mitra pemasok, baik petani maupun peternak, yang dirugikan. Kami juga menjamin tidak ada praktik monopoli pasokan bahan baku di sini,” tegas Raja.
Pihak yayasan optimistis mata rantai pemberdayaan ini akan berdampak masif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan merangsang lahirnya komoditas-komoditas baru sesuai kebutuhan menu MBG.
”Kehadiran program Makan Bergizi Gratis ini tidak hanya menjadi instrumen perbaikan gizi bagi anak-anak sekolah dan kelompok rentan, tetapi juga menjadi pemantik lahirnya lapangan pekerjaan baru serta gairah budidaya pertanian dan peternakan di tingkat lokal,” pungkasnya. (Rustina)




























