RANTAUPRAPAT (CYBER24.CO.ID) – Menanggapi dinamika yang tengah berkembang terkait sengketa kepemilikan ruko di Jalan Siringo-Ringo, Kelurahan Binaraga, Rantauprapat, jajaran pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Labuhanbatu melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus koordinasi dengan Kapolres Labuhanbatu pada Kamis (30/4/2026).
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua DPC Gerindra Labuhanbatu, H. Abdul Karim Hasibuan, SH., MH., didampingi jajaran pengurus dan anggota DPRD Labuhanbatu dari Fraksi Gerindra. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat komunikasi demi memastikan situasi kamtibmas di tengah masyarakat tetap terjaga dan kondusif.
Dalam pertemuan tersebut, Gerindra Labuhanbatu memberikan atensi khusus atas persoalan yang menimpa salah satu anggotanya, Muhiron Lubis, terkait kepemilikan ruko yang kini menjadi sorotan publik. Pihak partai menegaskan komitmennya untuk mengawal persoalan ini secara bijak dengan menjunjung tinggi supremasi hukum.
Kuasa hukum Muhiron Lubis, Nasir Wadiansan Harahap, SH., menjelaskan secara rinci bahwa kepemilikan ruko tersebut didasari oleh mekanisme hukum yang sah. Objek tersebut diperoleh melalui proses lelang resmi negara melalui KPKNL, yang kemudian ditindaklanjuti dengan transaksi jual beli melalui akta notaris hingga proses balik nama sertifikat pada instansi berwenang.
”Klien kami memperoleh objek tersebut melalui prosedur yang legal dan didasari oleh itikad baik. Kami berharap semua pihak dapat menghormati dokumen negara dan proses hukum yang sedang berjalan,” tegas Nasir.
Meskipun terdapat perbedaan pandangan dari pihak lain terkait aspek prosedural lelang, Gerindra Labuhanbatu memandang hal tersebut sebagai bagian dari dinamika hukum yang harus diselesaikan di koridor yang tepat, bukan melalui tindakan-tindakan di luar hukum.
Ketua DPC Gerindra Labuhanbatu, Abdul Karim Hasibuan, menekankan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada aparat penegak hukum (APH).
”Kami mendukung penuh penyelesaian perkara ini melalui mekanisme hukum yang berlaku. Prioritas utama kami adalah menjaga situasi agar tetap kondusif. Kami menghimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak terprovokasi,” ujar Abdul Karim.
Melalui langkah koordinasi ini, diharapkan tercipta sinergi antara partai politik dan kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di Labuhanbatu. Gerindra berharap agar persoalan ini dapat tuntas secara adil, profesional, dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak yang terlibat.
(Rustina)



























